SISTEM INFORMASI MANAGEMENT
Tugas Makalah Dampak Pemanfaatan Sistem E- Learning pada Perusahaan Untuk
Meningkatkan Kualitas SDM
Dosen Pengampu
Yananto Mihadi Putra, SE.M, Si
Disusun Oleh :
Ulmi Kalsum
( 43217120025 )
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Mercu Buana Jakarta Barat
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sejak tahun 1970 teknologi informasi dan komunikasi
di Negara Indonesia berkembang pesat, perkembangan tersebut berjalan secara
bertahap. Semenjak terbentuknya Departemen Komunikasi dan Informatika
(Depkominfo) di Indonesia, sangat membantu perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang ada di Indonesia menjadi terarah. Pada orde baru terdapat teknologi
informasi dan komunikasi yang baru yaitu internet.
Dalam internet terdapat banyak
variasi program atau layanan internet yang sangat membantu masyarakat dalam hal
sarana informasi maupun edukasi. Internet identik dengan media sosial yang
terdapat banyak variasi program di dalamnya salah satunya yaitu konten.
Masyarakat dapat meluangkan ide
atau pemikiran dan juga mengekspresikan diri melalui konten. Dengan adanya
konten dapat memberi banyak manfaat bagi masyarakat dalam hal pendidikan,
bisnis, ataupun perusahaan. Misalnya pemanfaatan konten pada perusahaan. Saat
ini perusahaan -- perusahaan sudah mulai memanfaatkan inovasi teknologi
komunikasi dan informasi yaitu konten. Salah satu inovasinya adalah konten
e-learning.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian E-Learning
E-Learning adalah suatu sistem atau konsep
pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Berikut beberapa pengertian E-learning dari berbagai sumber:
·
Pembelajaran
yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga
mampu mendukung proses pembelajaran (Michael, 2013:27).
·
Proses
pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses
pembelajaran dengan teknologi (Chandrawati, 2010).
·
Sistem
pembelajaran yang digunakan sebagai sarana untuk proses belajar mengajar yang
dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswa
(Ardiansyah, 2013).
2.
Karakteristik
E-Learning
Menurut Rosenberg (2001)
karakteristik E-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki
secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing
pembelajaran dan informasi.Fungsi Managemen Basis Data
Karakteristik E-learning
menurut Nursalam (2008:135) adalah:
- Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
- Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media
dan komputer networks)
- Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri
(self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat
diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
- Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum,
hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi
pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
3.
Manfaat E-Learning
1. Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam
memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
2. Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan
bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
3. Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi
biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan
fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya
transportasi dan akomodasi.
Manfaat E-learning menurut
Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
- Penggunaan E-learning untuk menunjang
pelaksanaan proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa
atas materi yang diajarkan.
- Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
- Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
- Meningkatkan kemampuan belajar mandiri
mahasiswa.
- Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
- Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi
dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit
dilakukan.
4.
Kelebihan E-learning
Kelebihan E-learning ialah memberikan
fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai
kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro
(2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :
1. Lebih mudah diserap, artinya menggunakan
fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video.
2. Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak
perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan
saja, murah untuk diperbanyak.
3. Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak
formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.
4. Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya
penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, bisa
dimonitor, bisa diuji dengan e-test.
5.
Kekurangan E-learning
Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354)
adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang
lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang
diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :
- Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar
atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
- Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau
aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
- Proses belajar mengajar cenderung ke arah
pelatihan daripada pendidikan.
- Berubahnya peran pengajar dari yang semula
menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui
teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan
technology).
- Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet
( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon,
ataupun komputer).
- Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai
internet.
- Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
- Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi
masalah tersendiri bagi peserta didik.
- Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak
bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak
memadai.
- Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
- Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan
akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
- Peserta didik dapat merasa terisolasi.
6. Terdapat syarat penerapan e-learning dalam perusahaan
antara lain:
1. Meaningful content
Untuk melakukan penerapan
e-learning dalam perusahaan hal yang paling utama harus diperhatikan adalah
mengenai isi konten e-learning yang akan di bagikan. Isi dari e-learning yang
akan di bagikan harus bermanfaat bagi perusahaan ataupun karyawan perusahaan
misalnya mengandung makna tertentu yang berguna untuk proses pembekalan bagi
karyawan perusahaan.
2. Effective learning design
Hal kedua yang harus
diperhatikan dalam penerapan e-learning dalam perusahaan adalah mengenai
keefektifan dari isi e-learning tersebut, isi konten e-learning harus efektif
sehingga para karyawan perusahaan yang mengakses dapat mudah menerima
pembelajaran dengan baik dan juga sesuai dengan tujuan perusahaan.
3. Technology that works
Hal ketiga yang harus
diperhatikan yaitu mengenai ketepatan isi dari e-learning yang akan
disampaikan. Yang dimaksud ketepatan disini adalah e-learning harus disajikan
dengan tepat, sehingga pembelajaran dapat bekerja dengan optimal, selain itu
karyawan perusahaan juga alan mendapatkan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan
dan karyawan juga mendapatkan pengalaman pembelajaran melalui ketepatan isi
e-learning yang disampaikan.
7.
Proses
pembuatan e-learning dalam perusahaan
Pembuatan konten e-learning
dalam suatu perusahaan terdapat 2 metode yaitu pembuatan e-learning yang berupa
modul dan juga pembuatan web berupa learning management system (LSM). Learning management
system merupakan layanan berupa webside yang bisa diakses oleh user (pengguna)
yang telah dibuat.
Melalui LSM dapat terlihat
berupa laporan bagi siapa saja yang telah mengakses e-learning dan juga akan
memberikan peringatan bagi orang yang belum membuka e-learning tersebut. dalam
proses pembuatan e-learning dalam perusahaan terdapat beberapa pihak yang
terlibat dalam proses pelatihan atau penggunaan e-learning diantanya yaitu
user, subject matter expert, tim developer.
Masing -- masing pihak tersebut
mempunyai tugas tersendiri dalam mengelola e-learning. User berarti orang yang
dapat mengakses portal e-learning yang telah dibuat. Terdapat beberapa
tingkatan user yaitu moodle, seperti admin utama, manager, pemateri, karyawan
perusahaan. Subect matter expert adalah pengampu materi yang menguasai materi
yang nantinya akan dibuat sebuah pembelajaran dalam e-leraning.
Biasanya subject matter expert
dijalankan oleh pihak perusahaan yang mengetahui segala hal dari sebuah
pembelajaran yang akan disampaikana dalam e-learning tersebut, subject matter
expert biasa disebut sebagai pemateri utama dalam e-learning. Sedangkan tim
developer merupakan pihak yang menyusun materi menjadi sebuah skenario
pembelajaran, tim developer juga bertanggung jawab mengubah sebuah materi
pembelajaran tertulis menjadi lebih menarik dan lebih hidup dengan cara
menambahkan grafik, audio visual, ataupun animasi dalam isi e-learning.
8.
Beberapa
Perusahaan Yang Telah Menerapkan E-learning:
Tercatat beberapa perusahaan
telah menerapkan e-learning dan hasilnya cukup memuaskan dilihat dari sisi
keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan menggunakan e-learning. Data
menunjukkan beberapa perusahaan seperti Aetna bisa menghemat biaya pengeluaran
dibandingkan jika mereka menerapkan pembelajaran konvensional.
Dari hal tersebut telah banyak
perusahaan yang mencoba membandingkan antara pembelajaran melalui metode
konvensional dengan penerapan e-learning. J.D fletcher Study juga menyebutkan
bahwa pembelajaran melalui metode e-learning secara besar dapat lebih
meningkatkan pemahaman dan penerapan materi yang disampaikan dibandingkan
dengan metode pembelajaran konvensional.
Selain itu terdapat juga
perusahaan perbankan yang telah menerapkan e-learning yaitu Bank Mandiri.
Perusahaan Bank Mandiri telah menerapkan proses pembelajaran melalui e-learning
yang dimana pembelajaran dapat dilakukan pada jarak jauh dan juga dapat diakses
seluruh karyawan Bank Mandiri diseluruh cabang di Indonesia.
Menurut Chief Executive Officer
(CEO) Bank Mandiri keuntungan yang diperoleh dalam menerapkan pembelajaran
menggunakan e-learning adalah untuk meminimalisir biaya yang dikeluarkan guna
untuk pembelajaran atau pelatihan bagi karyawan Bank yang jumlahnya tidak
sedikit, selain itu penerapan pembelajaran e-learning bersifat sangat cepat
sehingga para karyawan dapat langsung mengakses materi pembelajaran yang telah
di kirim melalui e-learning tersebut.
Penerapan metode e-learning
pada perusahaan yang telah disusun dengan baik maka akan menghasilkan
keuntungan tersendiri untuk perusahaan, hal tersebut dikarenakan metode
pembelajaran menggunakan e-learning dapat meningkatkan skill karyawan yang
sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Selain itu keuntungan pembelajaran
menggunakan metode e-learning adalah perusahaan dapat memastikan bahwa
dokumentasi pembelajaran yang diberikan kepada karyawan dapat disimpan dengan
sistematis dan terinci.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Dari
pembahasan E-Learning dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1) Definisi E-Learning adalah suatu jenis belajar
mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan
menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain, atau
proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk
interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.
2) Manfaat E-learning adalah mempersingkat waktu
pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah
interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan
dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling
berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang, lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih
mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung
jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir,
mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya,
mengontrol kegiatan belajar peserta didik, Pembelajaran dari mana dan kapan
saja (time and place flexibility).
3) Keuntungan Menggunakan E-learning diantaranya Fleksibel, Menghemat waktu proses
belajar mengajar, Mengurangi biaya perjalanan, biaya pendidikan secara
keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku), Menjangkau wilayah geografis
yang lebih luas.
4) Fitur E-learning
yaitu Konten yang relevan dengan tujuan belajar, Menggunakan metode
instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu belajar, Menggunakan
elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan
metode belajar, Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur (synchronous)
ataupun belajar secara individu (asynchronous), Membangun wawasan dan teknik
baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
5) Elemen E-learning yaitu
apa, bagaimana dan mengapa dari e-learningApa :
memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional, yaitu
teknik, yang membantu orang mempelajari konten belajar, Bagaimana,
didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar, Mengapa,
ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan pekerjaannya.
6) Aspek Penting dalam E-learning yaitu menciptakan
solusi belajar formal dan informal, menyediakan akses ke berbagai macam sumber
pembelajaran baik itu konten ataupun manusia, mendukung sekelompok orang atau
grup untuk belajar bersama, membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar
ke pembelajaran.
B.
Saran
Hendaknya bagi pengelola dan orang-orang yang
terjun dalam dunia pendidikan menggunakan pemanfaatanteknologi informasi,
komunikasi dalam bentuk pembelajaran elektronik(E-Learning)
sebagai salah satu cara yang
efektif dalam menanggulangi kelemahan persoalan pembelajaran
yang masih bersifat konvensional.
Sehinggadiharapkan ada peningkatan mutu,
ketrampilan berpikir, berinteraksi serta ketrampilan-ketrampilan
ideal lainnya daripara peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
·
"Putra, Y. M. (2018). Pengenalan
E-Learning. Modul Kuliah Sistem Informasi
Manajemen. Jakarta: FEB-Universitas Mercu Buana".
·
Allen, Michael. 2013. Michael Allen’s Guide to E-learning. Canada :
John Wiley & Sons.
·
Ardiansyah, Ivan.
2013. Eksplorasi Pola Komunikasi dalam Diskusi
Menggunakan Moddle pada Perkuliahan Simulasi Pembelajaran Kimia, Universitas
Pendidikan Indonesia, Bandung-Indonesia.
·
Chandrawati, Sri Rahayu. 2010.
Pemanfaatan E-learning dalam Pembelajaran. No 2 Vol. 8.
http://jurnal.untan.ac.id/

Komentar
Posting Komentar