Sistem Informasi Akuntansi
PERENCANAAN SUMBER DAYA PERUSAHAAN
( ERP )
Makalah
Ini Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi
Dibuat oleh :
ULMI
KALSUM
(43217120025)
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS
MERCU BUANA JAKARTA 2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi pada era globalisasi seperti
sekarang ini khususnya dibidang teknologi informasi terus berkembang dan tidak
akan pernah berhenti, sehingga membuat setiap insan yang menggunakannya menjadi
ketergantungan akan keuntungan dan kemudahan dari produk yang digunakan.
Seperti hal nya sistem informasi, merupakan sebuah produk yang dibangun dan
dikembangkan untuk kebutuhan proses bisnis tertentu dengan tampilan yang
bersahabat, penyajian data yang cepat dan mudah digunakan sehingga dijadikan
sebagai alat untuk mengumpulkan data secara terpusat sampai akhirnya
menghasilkan laporan yang dapat digunakan untuk kepentingan manajemen dalam
sebuah keputusan.
Dalam pengolahan data dan transaksi bisnis modern dikenal
adanya sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang akan mencatat secara
terintegrasi segala proses transaksi perusahaan, dari bagaimana proses
produksi, penjualan, dan seberapa banyak transaksi yang terjadi, hingga data
berapa suplai yang diperlukan oleh perusahaan.
Sejak 1990-an, Enterprise Resource Planning System (ERP
System) telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia
menggantikan sistem informasi yang telah dikembangkan sebelumnya (Parr and
Shanks, 2000; Soffer et al., 2005; Motwani et al., 2005; Chang dan Vichita,
2002). Menurut Lee (2000), aplikasi ERP merupakan paket yang mengintegrasikan
fungsi-fungsi bisnis yang penting ke dalam satu sistem informasi melalui
sharing database yang terintegrasi. Sistem ERP dirancang untuk membantu
organisasi didalam mengelola sumber daya yang dimilikinya secara terintegrasi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Enterprise Resource Planning ( ERP )
?
2. Tujuan dari Enterprise Resource
Planning ( ERP )
3. Manfaat dan Fungsi Enterprise
Resource Planning ( ERP ) dalam Perusahaan
4.
Karakteristik Enterprise Resource Planning ( ERP )
5.
Keuntungan dan Kerugian Enterprise Resource Planning ( ERP )
6.
Penerapan Enterprise Resource Planning ( ERP ) dalam Perusahaan
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
A. Pengertian Enterprise
Resource Planning ( ERP )
ERP atau Enterprise
Resource Planning adalah sistem perangkat lunak modular yang
dirancang untuk mengintegrasikan area fungsional utama dari proses bisnis
perusahaan ke dalam satu sistem yang terpadu.
ERP men-standardisasi,
menyederhanakan, dan mengintegrasikan proses bisnis seperti keuangan, sumber
daya manusia, pengadaan, distribusi, dan departemen lainnya.
Pada tahun 1990, Gartner
menciptakan istilah ERP untuk mendeskripsikan evolusi perencanaan kebutuhan
material (MRP) dan perencanaan sumber daya manufaktur (MRP II) ketika fungsi
keduanya berkembang dari manufaktur ke bagian-bagian lain dari perusahaan,
biasanya keuangan dan SDM.
ERP berkembang pesat pada tahun 1990-an sebagai respons terhadap peristiwa Y2K dan pengenalan Euro. Sebagian besar perusahaan membutuhkan cara untuk meningkatkan efisiensi dalam bisnis mereka, dan ERP menyediakan cara yang hemat biaya untuk menggantikan sistem lama dengan paket standar yang dapat menyederhanakan berbagai proses bisnis yang kompleks.
ERP berkembang pesat pada tahun 1990-an sebagai respons terhadap peristiwa Y2K dan pengenalan Euro. Sebagian besar perusahaan membutuhkan cara untuk meningkatkan efisiensi dalam bisnis mereka, dan ERP menyediakan cara yang hemat biaya untuk menggantikan sistem lama dengan paket standar yang dapat menyederhanakan berbagai proses bisnis yang kompleks.
2.
Tujuan dari Enterprise Resource Planning ( ERP )
Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan
bisnis organisasi secara keseluruhan. ERP merupakan suatu peranti lunak
(software) yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk:
1.
Otomatisasi dan integrasi banyak proses
bisnis
2.
Membagi database yang umum dan praktek
bisnis melalui enterprise
3.
Menghasilkan informasi yang real-time
4.
Memungkinkan perpaduan proses transaksi
dan kegiatan perencanaan
.
3.
Manfaat dan Fungsi
Enterprise Resource Planning ( ERP )
Ada beberapa manfaat yang didapatkan dari implementasi ERP (Enterprise Resource Planning)
pada sebuah perusahaan, antara lain:
1.
Sistem ERP akan memudahkan perusahaan dalam melakukan pemantauan dan pengedalian
proses bisnis, serta dapat memberikan wawasan yang luas kepada seorang
pembuat keputusan sehingga dapat melakukan prediksi dan pengambilan keputusan
yang akurat.
2.
ERP memiliki fungsi
otomatisasi yang akan menjamin aliran informasi tersampaikan dengan jelas dan
bebas dari kesalahan, sehingga proses bisnis menjadi lebih sederhana dan
responsif.
3.
Sistem ERP akan menyalurkan
kepada karyawan informasi-informasi akurat yang dibutuhkan langsung kepada
mereka.
4.
Ekosistem perusahaan yang terintegrasi,
artinya sistem ERP dapat menyatukan semua unit dalam ekosistem
perusahaan.
5.
Sistem ERP menjadikan perusahaan
yang sedang berkembang memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan
kebutuhan-kebutuhan di masa depan.
Fungsi Dasar ERP :
1.
Mendefinisikan
Produk
Ada 2 pendekatan definisi yang
digunakan, yaitu: standard product dan custom product. Standard
product, yaitu produk mengalami permintaan berulang dan ada inventori.
Sedangkan custom product, yaitu produk dibuat berdasarkan pesanan dan
pembelian material disesuaikan dengan jumlah order.
2.
Strategi
produksi untuk mengantisipasi kebutuhan sesuai permintaan.
Ada dua kategori yang disarankan yaitu make
to stock dan make to order. Make to stock hanya dipakai untuk
standard product, sedangkan make to order digunakan pada kedua
definisi produk yaitu standard
product dan custom product.
Perbedaan pada strategi produksi make to order adalah adanya tenggang
waktu yang lebih lama antara pengiriman produk dan proses produksi
3.
Menentukan
tipe hubungan antara sales order dan supply order.
Apabila menggunakan strategi produksi make
to order untuk memenuhi permintaan pelanggan, maka didapatkan suatu tipe
hubungan langsung antara sales order dengan kebutuhan material. Yaitu, ketika
order bertambah, maka material yang dibutuhkan juga akan bertambah. Penentuan
tipe hubungan, berfungsi untuk menentukan kapan material dibutuhkan, berapa
jumlah material yang dibutuhkan, apakah masih ada stok material dan masih perlu
dilakukan order kebutuhan material.
4.
Pendekatan
terhadap proses produksi praktis.
Pendekatan proses produksi secara
praktis bertujuan untuk mengurangi tenggang waktu dalam melaksanakan proses
produksi. Pengurangan ini dapat dilakukan dengan menyederhanakan alur proses
material dan rute pengerjaan produk di lantai produksi.
5.
Pendekatan
sistem penjadwalan yang baik.
Kemampuan untuk menentukan penjadwalan
secara baik di industri manufaktur sangat dipengaruhi oleh kedinamisan dari
jadwal yang ditentukan. Kedinamisan ini dipengaruhi oleh jumlah order, ukuran
order, kapasitas produksi, keterbatasan sumber daya perusahaan dan
aturan-aturan lainnya.
4.
Karakteristik Enterprise Resource Planning ( ERP )
Karakteristik Enterprise Resource
Planning (ERP)
Secara umum sistem ERP memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
ü
Sistem ERP merupakan paket software yang didesain pada lingkungan
client-server baik tradisional (berbasis desktop) maupun berbasis web.
ü
Sistem ERP mengintegrasikan mayoritas bisnis proses yang ada.
ü
Sistem ERP memproses seluruh transaksi organisasi perusahaan.
ü
Sistem ERP menggunakan database skala enterprise untuk penyimpanan data.
ü
Sistem ERP mengijinkan pengguna mengakses data secara real-time.
Sedangkan Karakteristik ERP menurut Daniel E. O’Leary meliputi hal-hal sebagai berikut:
ü
Sistem ERP adalah suatu paket perangkat lunak yang didesain untuk lingkungan pelanggan pengguna server, apakah itu secara tradisional
atau berbasis jaringan.
ü
Sistem ERP memadukan sebagian besar dari proses bisnis.
ü
Sistem ERP memproses sebagian besar dari transaksi perusahaan.
ü
Sistem ERP menggunakan basis data perusahaan yang secara tipikal menyimpan
setiap data sekali saja.
ü
Sistem ERP memungkinkan mengakses data secara waktu nyata (real-time)
ü
Dalam beberapa hal sistem ERP memungkinkan perpaduan proses
transaksi dan kegiatan perencanaan.
ü
5.
Keuntungan dan Kerugian Enterprise Resource Planning ( ERP )
Kelebihan
ERP
·
Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk
meyakinkan komunikasi, produktifitas dan efisiensi yang tepat.
·
Rancangan Perekayasaan
·
Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment
·
Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan
material yang kompleks.
Kekurangan ERP
·
Sistem ERP sangat mahal
·
ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi
dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi
·
Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan
kebutuhan dari pelanggan
6.
Penerapan Enterprise Resource Planning ( ERP ) pada Perusahaan
Penerapan ERP dalam Perusahaan
Penggunaan sistem informasi (SI) untuk mendukung proses
bisnis pada sebuah perusahaan kini telah menjadi suatu tuntutan agar perusahaan
dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Oleh karenanya, penerapan SI yang tepat
diharapkan menjadi nilai tambah (value added) untuk menjaga agar mata
rantai perusahaan tetap berputar dalam menghadapi persaingan secara global
dengan menyediakan data dan informasi yang akurat untuk digunakan dalam setiap
pengambilan keputusan bisnis. Berangkat dari kondisi dinamika bisnis yang
sangat dinamis dan arus informasi yang begitu cepat dan tersebar, maka saat ini
perusahaan sangat memerlukan suatu alat yang dapat memproses informasi dengan
cepat, tepat dan spesifik yang dapat membantu proses pengambilan keputusan.
Saat ini banyak penyedia sistem aplikasi terintegrasi (ERP) berusaha menawarkan solusi bisnis
yang dapat diandalkan sehingga mampu menghasilkan best practice bagi
penggunanya. Sistem ERP (Enterprise
Resource Planning) merupakan sistem informasi yang diperuntukkan bagi
perusahan untuk mengintegrasikan dan mengotomatisasikan proses bisnis yang
berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan
bersangkutan.
ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II)
dimana MRP II adalah hasil evolusi dari Material Requirement
Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya mengangani proses manufaktur, logistik,
distribusi, persediaan (inventory), shiping, pembayaran dan akuntansi
perusahaan. ERP sering disebut
sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa
pelanggan dan masyarakat secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini.
Secara teknis, ERP
berfungsi mengintegrasikan berbagai sistem informasi yang tersebar di masing –
masing departemen (unit fungsional) di sebuah lembaga. Dengan adanya sistem
yang terintegrasi tersebut maka masing – masing unit fungsional dalam lembaga
tersebut dapat saling berbagi data dan informasi yang pada akhirnya
meningkatkan sinergi antar elemen di perusahaan yang menerapkannya.
ERP juga membantu
kita dalam melakukan standarisasi proses operasi melalui implementasi best
practice sehingga terjadi peningkatan Produktivitas, penurunan inefisiensi, dan
peningkatan kualitas produk. Dalam pencapaian standarisasi proses operasi,
terlebih dahulu dilakukan standarisasi data dan informasi melalui keseragaman
pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang memiliki banyak unit bisnis
dengan jumlah dan jenis yang berbeda – beda.
Banyak perusahaan di Indonesia yang berhasil
mengimplementasi system ERP bagi
perusahaan mereka. Oleh karena itu, vendor ERP
berhasil memperoleh banyak peminat yang mencakup berbagai tingkatan perusahaan
dari perusahaan menengah ke bawah hingga perusahaan multinasional dan
transnasional.
Sudah banyak manfaat yang diperoleh perusahaan tersebut
dengan melakukan implementasi produk ERP
yang mereka gunakan. Diantaranya meningkatkan nilai penjualan, meningkatkan prestige
perusahaan sehingga meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan,
melakukan standarisasi proses bisnis untuk mencapai nilai integrasi yang
diinginkan.Banyak perusahaan yang memperoleh manfaat dari penerapan ERP, sementara di sisi lain juga
ditemukan beberapa perusahaan menghadapi permasalahan dalam penerapan ERP.
Penerapan
ERP memerlukan investasi dan biaya
yang cukup mahal, baik initial cost maupun running cost,
memerlukan beberapa customized atau tailoring untuk melakukan
implementasi/penerapan sistem aplikasi ERP
dengan proses bisnis dan supply chain management perusahaan, memerlukan biaya
dan waktu untuk kegiatan konsultansi dan pelatihan untuk implementasi ERP.
Agar
perusahaan berhasil dalam menerapkan ERP,
manajemen perusahaan perlu melakukan pelatihan yang intensif, mulai dari
tingkat manajerial sampai dengan tingkat operasional. Perubahan budaya
dan cara kerja perlu dilakukan untuk menyesuaikan dan menyesuaikan dengan
proses bisnis yang baru berbasis ERP.
Penggunaan ERP menjadikan semua sistem di dalam
suatu perusahaan menjadi satu sistem yang terintegrasi dengan satu
database, sehingga beberapa departemen menjadi lebih mudah dalam berbagi
data, dan lebih mudah pula dalam melakukan komunikasi. Perangkat lunak ERP yang beredar di pasaran, tidak
hanya dalam versi komersial saja, tetapi juga sudah tersedia dalam versi open source.
Penerapan ERP dalam suatu perusahaan tidak harus
dalam satu sistem yang utuh, tetapi dapatditerapkan dengan hanya menggunakan
satu modul saja dulu sebagai pilot project. Jika penerapan satu modul
dinilai berhasil, maka dapat menerapkan modul lain dengan referensi modul yang
sudah berhasil. Proses bisnis yang berbeda antara satu perusahaan satu
dengan perusahaan lain, memungkinan dilakukan kustomisasi ERP dalam penerapannya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN DAN SARAN
Pertimbangan utama penerapan ERP di
perusahaan-perusahaan Indonesia adalah mengenai dana, sehingga pemilihan untuk
penggunaan ini benar-benar harus dipikirkan secara matang sesuai dengan kebutuhan
perusahaan. Dalam tulisan ini beberapa hal dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Penggunaan
ERP di Indonesia masih belum maksimal dalam mendukung kinerja beberapa
persuahaan.
2. Pemilihan
ERP bisa disesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan dalam pengembangan
informasi bisnisnya, baik itu secara paket ataupun per modul.
3. ERP
di Indonesia disediakan oleh beberapa Vendor yang dalam aplikasinya sangat
dibutuhkan persiapan yang matang dari perusahaan untuk memutuskan penggunaan
ERP.
4. Pengembangan
system Internal menjadi alternative yang baik, dengan pertimbangan dana dan
komplesivitas dari bisnis dalam perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Putra, Y.
M., (2018). Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (Enterprise Resource
Planning). Modul Kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: FEB-Universitas
Mercu Buana

Komentar
Posting Komentar