Langsung ke konten utama

Diagram Alira Data Pada Perusahaan Kecil


Sistem Informasi Akuntansi
DIAGRAM ALIRAN DATA UNTUK PERUSAHAAN KECIL
Makalah Ini Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi


 


Dibuat oleh :

ULMI KALSUM
(43217120025)


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2018
                                                                      


BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, terstruktur dan jelas. Atau DFD bisa juga dikatakan sebagai suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh professional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.
DFD terdiri dari context diagram dan diagram rinci (DFD Levelled). Context diagram berfungsi memetakan model lingkungan (menggambarkan hubungan antara entitas luar, masukan dan keluaran sistem), yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem. DFD levelled menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data, model ini hanya memodelkan sistem dari sudut pandang fungsi.


B.       Rumusan Masalah
1.      Pengertian dan tujuan Diagram Aliran Data (DAD) dan Data Flow Diagram (DFD)
2.      Hubungan Sistem Informasi dengan DFD
3.      Langkah-langkah membuat DFD
4.   Rancangan Sistem Informasi Akuntansi
5.   Macam-Macam Bagan Aliran




BAB II
PEMBAHASAN

1.     Pengertian dan tujuan Diagram Aliran Data (DAD) dan Data Flow Diagram (DFD)
A.     Pengertian Diagram Alir Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD)
Diagram Alir Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan  DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.

B.     Tujuan  DAD/DFD
-          Memberikan indikasi mengenai bagaimana data ditransformasi pada saat data bergerak melalui system
-          Menggambarkan fungsi-fungsi(dan sub fungsi) yang mentransformasi aliran data.

2.     Hubungan Sistem Informasi denga  DFD
Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan data yang sudah diolah, terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan informasi yang mempunyai nilai atau berguna dalam pengambilan keputusan. Sistem informasi akuntansi pada aplikasi ini merupakan sistem informasi yang memproses data transaksi bisnis sehingga menghasilkan keluaran berupa informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya.
Diagram Alir Data (Data Flow Diagram-DFD) memperlihatkan bagaimana aliran informasi dan transformasi data dalam suatu data informasi. DFD dapat digunakan untuk merancang logika sebuah program atau rincian
Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan notasi grafis dalam pemodelan, ERD digunakan untuk menggambarkan hubungan antar penyimpanan secara konseptual. ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antardata. ERD mempunyai notasi atau simbol yang digunakan dalam menggambarkan ERD

3.     Langkah-langkah membuat DFD
 Tidak ada aturan baku untuk menggambarkan DFD. Tapi dari berbagai referensi yang ada, secara garis besar langkah untuk membuat DFD adalah :
Identifikasi terlebih dahulu semua entitas luar, input dan ouput yang terlibat di sistem.Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya.
Caranya :
-          Tentukan nama sistemnya.
-          Tentukan batasan sistemnya.
-          Tentukan terminator apa saja yang ada dalam sistem.
-          Tentukan apa yang diterima/diberikan external entity dari/ke sistem.
-          Gambarkan diagram konteks.
Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks.
Caranya :
-          Tentukan proses utama yang ada pada sistem.
-          Tentukan apa yang diberikan/diterima masing-masing proses ke/dari sistem sambil memperhatikan konsep keseimbangan (alur data yang keluar/masuk dari suatu level harus sama dengan alur data yang masuk/keluar pada level berikutnya).
-          Apabila diperlukan, munculkan data store (master) sebagai sumber maupun tujuan alur data.
-          Hindari perpotongan arus data
-          Beri nomor pada proses utama (nomor tidak menunjukkan urutan proses).

4.     Rancangan Sistem Informasi Akuntansi

Perancangan sistem dilakukan dengan beberapa tahap. Tahap perancangan pertama menentukan rancangan diagram entitas (Diagram E-R) dari sistem yang merupakan gambaran relasi antar entitas yang ada dalam sistem. Setelah membuat diagram entitas, kemudian membuat perancangan basis data sistem termasuk didalamnya adalah proses normalisasi data agar terbentuk basisdata yang efektif. Kemudian membuat diagram konteks untuk memberikan pandangan / gambaran umum sistem sebagai suatu proses.

Diagram Konteks

Diagram konteks merupakan diagram yang memperlihatkan sistem sebagai satu proses. Tujuan diagram konteks adalah untuk memberikan pandangan umum suatu sistem sebagai suatu proses. Diagram konteks menunjukkan aliran data yang masuk dan keluar dari sistem dan entitas luar (lingkungannya). Diagram konteks dalam sistem informasi akuntansi ini dipengaruhi oleh tiga terminator utama, yaitu pimpinan, kasir, data entry (inventory dan akuntan).


  

5.     Macam -Macam Bagan Aliran

1.      Systems Flowchart
Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.





2.      Document Flowchart
Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem.

3.      Schematic Flowchart
Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah, bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.

4.      Program Flowchart 
Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem. Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol. Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program flowchart). Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah di dalam program komputer secara logika. Bagan alir-logika program ini dipersiapkan oleh analis sistem.





5.      Pocess Flowchart
Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses dalam suatu prosedur. Bagan alir proses menggunakan lima buah simbol tersendiri. Bagan alir proses selain dapat menunjukkan kegiatan dan simpanan yang digunakan dalam suatu prosedur, dapat juga menunjukkan jarak kegiatan yang satu dengan yang lainnya serta waktu yang diperlukan oleh suatu kegiatan.



6.      Flow Map
Flowmap adalah paket perangkat lunak yang didedikasikan untuk menganalisis dan menampilkan interaksi atau aliran data. Jenis data dalam arti khusus ada dua lokasi geografis yang berbeda terhubung ke masing-masing item data: Sebuah lokasi tempat asal aliran dimulai dan lokasi tujuan di mana aliran berakhir. Aliran data itu sendiri dapat orang (misalnya komuter, berbelanja, pengunjung rumah sakit), barang, penggunaan layanan pertanian atau telekomunikasi dan sebagainya. Sedangkan menurut   Phan (2005), a mix of maps and flow charts, that show the movement of objects from one location to another, such as the number of people in a migration, the amount of goods being traded, or the number of packets in a network.

Flow Map merupakan campuran peta dan flow chart, yang menunjukkan pergerakan benda dari satu lokasi ke lokasi lain, seperti jumlah orang dalam migrasi, jumlah barang yang diperdagangkan, atau jumlah paket dalam jaringan. Flow Map dapat digunakan untuk menunjukkan gerakan hampir segala sesuatu, termasuk hal-hal nyata seperti orang, produk, sumber  daya  alam,  cuaca,  dll,  serta  hal-hal  tak berwujud  seperti  know-how,  bakat,  kredit sebesar niat baik.



Flow Map dapat menunjukkan hal-hal seperti berikut:
1)           Data yang mengalir, bergerak, berpindah, dll
2)           Arah aliran data bergerak dan / atau apa sumber dan tujuan tersebut.
3)           Jumlah data yang mengalir, yang ditransfer, diangkut.
4)           Informasi umum yang mengalir dan proses data mengalir



BAB III
PENUTUP

A.     KESIMPULAN

Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi gratis dari aliran data melalui sistem informasi. Hal ini memungkinkan Anda untuk mewakili proses dalam sistem informasi dari sudut pandang data. DFD memungkinkan Anda memvisualisasikan bagaimana sistem beroperasi, apa sistem beroperasi, apa sistem menyelesaikan dan bagaimana itu akan dilaksanakan, bila disempurnakan dengan spesifikasi lebih lanjut.
Data flow diagram digunakan oleh analisis sistem untuk merancang sistem pemrosesan informasi tetapi juga sebagai cara untuk model seluruh organisasi. Anda membangun DFD pada awal pemodelan proses bisnis Anda untuk memodelkan fungsi sistem anda harus melaksanakan dan interaksi antara fungsi-fungsi bersama dengan berfokus pada pertukaran data antara proses. Anda dapat mengaitkan data dengan model data konseptual, logis, dan fisik dan model berorientasi objek.


DAFTAR PUSTAKA
Putra, Y. M., (2018). Diagram Aliran Data  untuk Perusahaan Kecil. Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen. FEB-Universitas Mercu Buana: Jakarta".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Pada Perusahaan

Sistem Informasi Akuntansi Pada Perusahaan Makalah Ini Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi Dibuat oleh : ULMI KALSUM                                       (43217120025)                                            FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2018 BAB I PENDAHULUAN 1.       Latar Belakang Sistem informasi akuntansi merupakan sistem formal yang utama dalam kebanyakan perusahaan. Sistem informasi formal adalah suatu sistem yang menjelaskan secara tertulis tentang tanggungjawab pembuatan informasi. Kejadian financial yang terjadi dikomunikasikan ...
SISTEM INFORMASI MANAGEMENT Tugas Makalah Pengembangan Sistem Informasi Dosen Pengampu Yananto Mihadi Putra, SE.M, Si   Disusun Oleh : Ulmi Kalsum ( 43217120025 ) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta Barat 2018 BAB I PENDAHULUAN 1.         Latar Belakang Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah Teknologi Informasi) sudah ada sejak zaman dahulu. Mulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakkan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang kemudian dikenal dengan nama internet. Sistem Informasi dari setiap zaman akan selalu mengalami perubahan dan pengembangan sistem informasi. Dari tahun ke tahun sistem informasi semakin maju, semakin modern dan semakin luas cakupan informasinya. Peng...

Dampak Pemanfaatan Sistem E - Learning pada Perusahaan

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT Tugas Makalah Dampak Pemanfaatan Sistem E- Learning pada Perusahaan Untuk Meningkatkan Kualitas SDM Dosen Pengampu Yananto Mihadi Putra, SE.M, Si         Disusun Oleh : Ulmi Kalsum ( 43217120025 ) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta Barat 2018 BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Sejak tahun 1970  teknologi  informasi dan komunikasi di Negara Indonesia berkembang pesat, perkembangan tersebut berjalan secara bertahap. Semenjak terbentuknya Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) di Indonesia, sangat membantu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ada di Indonesia menjadi terarah. Pada orde baru terdapat teknologi informasi dan komunikasi yang baru yaitu internet. Dalam internet terdapat banyak variasi program atau layanan internet yang sangat membantu masyarakat dalam hal sarana in...